Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekarang ini, COD Langsung Seller dan COD Via Pengiriman Kurir Tidak Sama

Sekarang ini, COD Langsung Seller dan COD Via Pengiriman Kurir Tidak Sama

Gambariklan.com - Rasanya sekarang ini perlu dipahami antara COD Langsung Seller dan COD Via Pengiriman Kurir itu Tidak Sama karena beberapa faktor yang terjadi di lapangan dan memang maksud "COD" nya itu berbeda.

Mungkin secara umum COD atau yang kita tau dengan bayar saat barang datang merupakan salah satu metode yang sudah ada dari pertama kali penawaran, iklan dan penjualan barang lewat internet terutama media sosial sudah marak muncul ke permukaan.

Tentu enak COD lah karena bayar ketika barang datang dan tidak perlu transfer-transfer terlebih dulu apalagi kalau pembelinya tidak punya rekening atau punya rekening tapi tidak pakai mobile banking.

Nah, permasalahannya muncul ketika sistem COD ini di adopsi oleh marketplace besar atau E-Commerce yang menjadi portal berkumpulnya penjual dari seluruh negri dan barang dikirim ke pembeli lewat kurir ekspedisi.

Jadi kalau COD langsung penjualnya yang secara jarak tidak terpaut jauh dari lokasi kita itu bisa dicek dulu apakah sesuai atau tidak, tapi untuk yang katanya "COD" lewat kurir ini sangat jauh berbeda dengan tata cara COD yang ada, WALAUPUN sama sama dibayar ketika barang datang.

Mengenal Apa itu Istilah COD dalam Jual Beli

COD atau yang dibaca Cash On Delivery dan secara harfiah berarti membayar ketika barang diterima adalah sebuah metode pembayaran yang dilakukan oleh para penjual kepada pembelinya guna memberikan layanan transaksi barang secara tunai ketika pesanan tiba jadi tidak perlu transfer-transfer terlebih dahulu.

Karena pada dasarnya metode pembayaran COD ini muncul karena penjual mempromosikan produknya di ranah internet bisa media sosial atau websitenya sendiri dan pembeli menginginkan untuk membayar setelah barang di terima dan di cek terlebih dahulu.

Awalnya metode COD ini dilakukan oleh penjual dan pembeli yang berada dalam area jangkauan, jadi penjual dan pembeli masih dalam batas yang terjangkau misalnya didalam kota, produk yang dipesan pun dikirim oleh penjual sendiri atau layanan pengiriman yang disediakan oleh penjual.
Namun di beberapa kondisi COD dilakukan oleh kurir pengiriman yang mengantarkan barang kepada pembeli dan pembeli membayar uang tunai kepada kurir tersebut, barulah kuris yang meneruskan uangnya ke penjual, tapi tetap si akang-akang kurir yang mengirim barang ini masih punya relasi mandiri dengan penjual.

Manfaat Metode Pembayaran COD

Dengan menggunakan sistem COD akan ada beberapa manfaat yang memang di inginkan, dibutuhkan dan didapatkan oleh pelanggan atau pembeli.

Yang pertama yaitu pembeli dapat langsung melihat barang yang dipesan dan berbincang langsung mengenai kondisi barang kepada penjual ketika melakukan COD.

Berikutnya pelanggan bisa melakukan negosiasi terhadap barang yang dibeli apakah sesuai dengan yang dipesan atau tidak ketika melihat kondisi barang yang diantarkan.

Manfaat lainnya mungkin karena pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya ongkos kirim karena penjual biasanya langsung menghargai barang hingga dikirimkan ke pembeli.

Dengan sistem pembayaran COD ini pembeli bisa menilai secara langsung tentang pelayanan dan kualitas barang langsung ke penjualnya.

Dan faktanya memang awal ketika muncul metode pembayaran COD ini bisa membedakan mana penjual yang menjual barangnya sesuai kondisi dan mana yang menjual barang tidak sesuai dengan gambar dan deskripsi karena yang model begini pasti tidak mau menggunakan metode COD.

Akar Permasalahan dari Metode Pembayaran COD

Nah, permasalahannya mulai muncul ketika sistem pembayaran COD atau Cash On Delivery ini digunakan oleh E-Commerce demi menggaet pelanggan baru karena pengiriman dilakukan oleh kurir ekspedisi karena notabene merupakan "jasa pengiriman" dan tidak ada hubungan dengan penjualnya langsung.

Jadinya COD ini cuma berarti "dibayar ketika barang datang" dan sebagai pembeli kita tidak bisa memprotes tentang kondisi barang ke pengirimnya karena mamang kurir memang tugasnya hanya mengirim saja dan tidak ada sangkut pautnya dengan barang yang dikirim.
Begini, tata pelaksanaan metode keduanya itu tidak sama yang satu ketemu penjual langsung dan yang satu ketemu dengan kurir ekspedisi, persamaannya hanya bayar ketika barang diterima tetapi mereka yang baru mengenal dan belanja via online ini menganggap semua metode COD itu sama.  

Maka dari itulah akhir-akhir ini di media sosial kita banyak melihat orang-orang yang marah ke kurir ekspedisi karena barang tidak sesuai, bukannya jadi sisi yang benar tapi malah membuat si pembeli seperti orang yang tidak paham model COD dari marketplace besar.

COD via Penjual dan COD Via Kurir Itu Berbeda

Karena itu agar tidak malu sendiri mengingat kasus-kasus yang sudah ada maka perlu diketahui dan dipahami kalau COD via Penjual langsung dan COD Via Kurir ekspedisi pengiriman Itu Tidaklah Sama.

Semua manfaat sistem COD yang kamu baca diatas hanya bisa didapatkan jika yang mengirim barang itu langsung penjualnya atau memang jasa pengiriman pribadi dari pihak penjual, dan tentu saja jarak penjual dan kamu tidak terpaut jauh maksimal masih dalam kota lah.

Sedangkan metode pembayaran COD yang di adopsi oleh E-Commerce besar ini lebih terlihat untuk menggaet pelanggan baru yang suka belanja dengan cara COD, dan metode pembayaran COD oleh E-Commerce hanya sebatas "barang dibayar ketika sampai ke tangan pembeli" namun untuk semua manfaat yang kamu baca diatas hanya bisa didapatkan jika yang mengirim langsung penjualnya.

Jadi tidak bisa dan sangat tidak benar kalau ketika ada ketidak cocokan barang, langsung marah-marah ke kurirnya karena memang kurir tugasnya hanya mengirimkan barang saja dan yang mempacking barang tersebut adalah penjualnya.

Secara singkatnya :

COD oleh Penjual langsung - Bayar barang ketika sudah dikirimkan sampai ke tangan pembeli dan barang tersebut sesuai dengan gambar iklan atau deskripsi yang diberikan kepada penjual, dan kalau tidak sesuai maka kembalikan saja.

COD via kurir ekspedisi - Hanya bayar barang ketika sudah diterima saja.

Meskipun keduanya menggunakan kata COD, tapi jelas pelaksanaannya dilapangan jauh berbeda, dan memang resikonya seperti itu. Kamu bisa komplain langsung dan mengembalikan barang kalau tidak cocok hanya jika yang mengirim penjualnnya langsung.

Tapi untuk COD yang dilakukan via kurir ekspedisi ya hanya bisa bayar barang setelah barang tersebut sampai ke tangan pembeli, adapun jika barang tidak sesuai maka komplainlah ke penjual lewat kontak yang bisa dihubungi misal nomor direct langsung atau lewat fitur chat di platform beli barang online yang kamu gunakan.

Biasanya kalau penjual yang menggunakan E-commerce itu jujur dan tanggung jawab soal barangnya, maka kamu harus mengirimkan barang tersebut lewat jasa kurir ke penjual dan nanti penjual akan mengirim kembali barang yang sesuai ke kamu lewat jasa kurir ekspedisi lagi.

Lhah Kok Gitu ?

Ya mau bagaimana lagi, memang itulah resikonya belanja online dengan sistem COD apalagi penjualnya jauh dari lokasi kamu berada dan berbeda kota, pasti pengiriman dilakukan oleh kurir ekspedisi.

Jadi bisa dikatakan kalau salah jika marah ke pengirimnya jika kondisi barang tidak sesuai dengan apa yang diberikan oleh penjual, karena abang kurir hanya bertugas mengirim barangnya.

Kesimpulannya

Sangat disarankan belilah barang yang dikirim langsung oleh pihak seller kalau kamu suka dengan cara pembayaran COD dan lokasi penjual tidak terpaut jauh dari tempat kamu. Tapi kalau ingin menggunakan sistem COD dari Marketplace atau E-Commerce yang menggunakan jasa kurir ekspedisi maka pahamilah kalau arti CODnya itu hanya bayar ketika barang sampai, tidak lebih.

Semua Manfaat Metode Pembayaran COD yang bisa kamu baca diatas hanya akan didapatkan jika pengirimnya si penjual sendiri atau orang yang memang punya relasi dengan penjual langsung.

Dan kalau menggunakan Metode Pembayaran COD yang disediakan oleh Marketplace atau E-commerce komplainlah ke penjualnya dan jangan ke kurirnya, kalau pengiriman terlambat dari waktu yang dijanjikan, nah itu baru boleh komplain ke kurir karena memang disitulah tugasnya.

Mau bagaimanapun itulah resikonya kalau belanja online dengan COD, maka dari itu lebih baik kalau belanja online belilah di official store, jangan tergiur dengan harga yang murah tapi gambar bagus, dan lebih baik gunakan metode transfer.

Semoga ulasan ini bermanfaat, karena melihat sudah banyak kejadian yang seolah-olah merasa benar karena pakai metode COD yaitu "pembeli adalah raja" tapi ternyata tidak paham dan kurang mengerti maksud dari CODnya setiap platform itu seperti apa dan malah jadi viral kemana-mana.

Artikel ini telah tayang pada Gambariklan.com dengan judul Sekarang ini, COD Langsung Seller dan COD Via Pengiriman Kurir Tidak Sama Penulis : Mas Muktiaji.