Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ragam Warisan Budaya Kota Pontianak Bukan Benda

Ragam Warisan Budaya Kota Pontianak Berupa Tak Benda

Gambariklan.com - Sesuai dengan hari jadi kota Pontianak pada tanggal 23 Oktober maka seharusnya ada Ragam Warisan Budaya Kota Pontianak Berupa Tak Benda yang harus kamu ketahui.

Dengan mengetahui Ragam Warisan Budaya Kota Pontianak Berupa Tak Benda atau warisan bukan benda maka akan membuat kamu lebih bangga terlahir sebagai orang Pontianak dan semangat melestarikan warisan tersebut.

Semua bentuk dari tradisi dan kebudayaan yang ada di kota Pontianak berikut ini sudah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan artinya menjadi kekayaan budaya asli dari Pontianak.

Nah, inilah daftar ragam warisan budaya tak benda dari Kota Pontianak yang patut untuk kamu ketahui sepanjang masa.

Warisan Budaya Tak Benda dari Kota Pontianak


1. Tradisi Saprahan Melayu Pontianak

Pertama ada tradisi makan bersama secara besar atau yang dikenal Saprahan sudah diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2017 dan juga tradisi Saprahan ini merupakan adat istiadat asli dari Melayu.

1. Tradisi Saprahan Melayu Pontianak
Menurut arti dari kata "Saprah" yaitu berhampar atau bisa diartikan sebagai budaya makan bersama dengan cara duduk lesehan atau bersila di lantai secara berkelompok dalam ukuran besar pada satu barisan.

Setiap kelompok bisa terdiri dari enam orang yang duduk saling berhadapan sebagai tanda dari suatu kebersamaan yang sangat erat.

Adat Makan bersama atau Saprahan ini sering dilakukan oleh masyarakat Melayu dengan duduk di lantai bersama sama ketika ada acara seperti pernikahan, khitanan, dan acara syukuran lainnya yang dihadiri banyak orang.

Inti dari tradisi saprahan ini yaitu semua hidangan makanan yang ada akan disusun secara teratur di atas kain saprah sehingga proses makan bersama dapat dilaksanakan secara tertib dan tali silaturahmi dapat terjalin dengan baik, karena itulah disebut dengan Saprahan.

2. Kain Tenun Corak Insang

Berikutnya ada warisan yang berbentuk Tenun corak insang sebagai tenunan tradisional asli dari masyarakat Melayu Kota Pontianak yang sudah dikenal pada masa Kesultanan Kadriah pada saat pemerintahan Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie tahun 1771 sampai sekarang ini.

2. Kain Tenun Corak Insang

Tenun Corak Insang pada awalnya dahulu sudah digunakan oleh para kaum bangsawan di Istana Kadriah, dan seiring berjalannya waktu maka tenun corak Insang ini di gunakan oleh masyarakat luas di kota Pontianak baik pada berbagai event seperti pernikahan.

Kain Tenun Corak Insang pada dasarnya adalah cerminan dari kehidupan masyarakat Pontianak yang dominan berhubungan dengan Sungai Kapuas dan juga memiliki filosofi dimana menjadi simbol dari nafas, hidup dan bergerak sertasebagai ungkapan rasa cinta kepada alam dan lingkungan Pontianak dan semangat yang bersifat dinamis.

3. Arak - Arakan Pengantin

Tradisi berikutnya ada Arak - Arakan Pengantin yang dilakukan pengantin pihak mempelai laki-laki yang berjalan kaki menuju rumah mempelai perempuan.

3. Arak - Arakan Pengantin
Tradisi Arak - Arakan Pengantin ini sudah diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2017 dan juga menjadi salah satu hal yang wajib ketika hendak meminang perempuan.

Ketika melakukan tradisi Arak - Arakan Pengantin aka ada iringan musik tanjidor atau tar disertai selawat nabi dan doa yang didampingi oleh kedua orang tua, sanak keluarga dan handai taulan dengan membawa barang-barang sebagai hantaran yang akan diberikan kepada pihak mempelai perempuan.

4. Bahasa Melayu

Berikutnya yang harus kamu tau yaitu bahasa Melayu atau bahasa keseharian masyarakat Pontianak sudah terdaftar sebagai warisan benda tak benda.

Dikutip dari id.wikipedia.org yang menyebutkan bahwa bahasa Melayu di kota Pontianak merupakan sebuah dialek kompleks bahasa Melayu yang dituturkan pada Kota Pontianak wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah.

Dialek Bahasa Melayu Pontianak juga memiliki kesamaan dengan Bahasa Melayu Semenanjung Malaysia dan Bahasa Melayu Sarawak.

Perbedaannya pada bahasa Melayu Pontianak tidak mengenal tingkatan berbahasa seperti halus sebaya atau kasar jadi untuk menilai kasar dan halusnya seseorang berbicara tergantung pada penekanan nada dan intonasi.

Perbedaan lainnya yang paling terlihat antara Bahasa Melayu puntianak dengan Bahasa Melayu lainnya yaitu ketika melakukan pembicaraan sehari-hari sering menggunakan kata-kata yang disingkat dari kata asalnya, dan singkatan ini akan sangat dipahami oleh penduduk Pontianak asli.

5. Sayur Keladi

Pada warisan budaya kuliner ada sayur keladi sebagai kuliner khas Pontianak yang sudah mendapat predikat warisan budaya tak benda di tahun 2018, sayur keladi ini sangat mudah ditemukan pada menu masakan melayu Pontianak karena bahan dasarnya adalah tanaman keladi atau talas yang bisa dengan mudah didapatkan.

Varian tanaman keladi yang sering diolah menjadi sayur yaitu tanaman keladi jenis Pangku Anak yang banyak tumbuh di sekitar alam kota Pontianak, bagian dari tanaman keladi yang dijadikan bahan sayur adalah pada bagian umbi, batang, dan daun keladi dengan pengolahan yang baik.

Sayur Keladi khas Pontianak disajika dengan kuah yang kental dan aroma rempah yang khas sehingga menawarkan rasa yang sedap apalagi ditambah bahan pelengkap lain seperti daun buas-buas, daun kunyit, dan daun kesum yang menjadikannya sangat nikmat.

6. Ikan Asam Pedas

Menu Ikan Asam Pedas juga sudah tercatat dalam warisan benda tak benda pada awal tahun 2020 karena menjadi salah satu kuliner khas Pontianak dan memiliki potensi untuk diusulkan sebagai WBTB oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menu kuliner ikan asam pedas khas Pontianak disajikan dengan kuah yang merah dan kental berbahan dasar rempah-rempah sehingga rasanya dominan pedas bercampur sedikit asam dari perpaduan potongan nanas dan cabai merah yang digiling halus.

7. Pacri Nanas

Kuliner berikutnya yang merupakan masakan ciri khas Melayu dan layak dicoba sebagai salah satu kekayaan masakan Nusantara yaitu pacri nanas dimana pacri nanas ini berupa masakan gulai vegetarian yang gurih dan segar dengan penampilan sederhana yang terlihat nikmat. Kamu bisa dengan mudah menemukan pacri nanas ini di warung makan Melayu sekitar Pontianak.

Penutup Warisan Budaya Tak Benda dari Kota Pontianak


Semua daftar yang Gambar Iklan cantumkan diatas tentu hanya sedikit dari banyaknya ragam Warisan Budaya Tak Benda dari Kota Pontianak yang ada, maka sebagai generasi muda kamu harus bisa mencari warisan budaya asli Pontianak lain dan melestarikannya.

Artikel ini telah tayang pada Gambariklan.com
Dengan judul : Ragam Warisan Budaya Kota Pontianak Bukan Benda
Penulis : Mas Muktiaji

Posting Komentar untuk "Ragam Warisan Budaya Kota Pontianak Bukan Benda"